TANJAB BARAT – Komisi II DPRD Tanjung Jabung Barat menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait persoalan daya listrik lemah dan belum meratanya aliran listrik di sejumlah desa, Senin (06/04/2026), di ruang rapat Komisi II.
Rapat tersebut dihadiri oleh Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang menyampaikan langsung keluhan masyarakat, khususnya terkait kondisi listrik di RT 11 Dusun Saudara yang mengalami daya rendah, serta masih adanya desa yang belum teraliri listrik secara optimal.
Ketua Umum HMI dalam forum itu menegaskan bahwa persoalan listrik merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus segera ditangani. Ia berharap melalui RDP ini, permasalahan yang terjadi tidak hanya menjadi pembahasan semata, tetapi segera ditindaklanjuti dengan langkah konkret.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami berharap PLN tidak hanya melakukan survei, tetapi juga memberikan kepastian dan aksi nyata dalam perbaikan, demi kenyamanan dan kebutuhan listrik masyarakat,” tegasnya.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi II DPRD Tanjab Barat, Syufrayogi Syaiful, S.IP., M.H., mengakui bahwa hingga saat ini masih terdapat wilayah yang belum sepenuhnya terjangkau layanan listrik.
“Memang saat ini belum semua desa di Tanjung Jabung Barat terjamah secara optimal. Namun, hal ini akan terus kami dorong agar segera dituntaskan dan ditingkatkan kualitas pelayanannya,” ujarnya.
Ia juga menyatakan dukungannya terhadap aspirasi yang disampaikan HMI sebagai representasi masyarakat, serta sepakat untuk mendesak pihak PLN agar segera merealisasikan perbaikan dan pemerataan listrik di wilayah tersebut.
RDP ini menjadi langkah awal dalam mendorong solusi konkret atas persoalan listrik yang selama ini dikeluhkan warga. Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol komitmen bersama dalam mengawal permasalahan tersebut hingga tuntas.












