TANJAB BARAT – Persoalan listrik di Kabupaten Tanjung Jabung Barat kembali mencuat. Setelah sebelumnya dibahas dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi II DPRD pada 6 April 2026, hingga kini belum terlihat adanya tindak lanjut dari pihak PLN.
Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Tanjab Barat, M. Rafi, saat dikonfirmasi media tanggorajo.id menjelaskan bahwa pihaknya kembali menerima aduan dari masyarakat terkait kondisi listrik yang masih bermasalah.
“Baru-baru ini kami kembali menerima laporan dari masyarakat bahwa belum ada tindak lanjut dari pihak PLN pasca RDP yang digelar beberapa waktu lalu,” ujarnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menegaskan, kondisi ini menjadi perhatian serius karena sebelumnya dalam forum resmi tersebut, pihak PLN telah menyampaikan komitmen untuk segera melakukan langkah penanganan dalam waktu maksimal 7×24 jam.
Namun, hingga saat ini, menurutnya, janji tersebut belum terealisasi di lapangan. Masyarakat, khususnya di wilayah yang mengalami daya listrik lemah, masih merasakan kondisi yang sama tanpa adanya perubahan signifikan.
HMI pun menilai bahwa perlu adanya kejelasan dan tindakan nyata dari pihak PLN agar tidak menimbulkan kekecewaan yang lebih luas di tengah masyarakat.
“Kami berharap PLN segera menunjukkan itikad baiknya dengan melakukan langkah konkret, bukan hanya sebatas janji,” tambahnya.
Sementara itu, pihak terkait diharapkan dapat segera merespons keluhan masyarakat demi memastikan pelayanan listrik yang merata dan optimal di seluruh wilayah Tanjung Jabung Barat.












