TANJAB BARAT – Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Tanjung Jabung Barat terus mengintensifkan sinergi serta pemberdayaan masyarakat melalui agenda silaturahmi yang kini dilaksanakan langsung di tingkat kecamatan. Kegiatan tersebut kali ini digelar di Kecamatan Tungkal Ilir dan mendapat sambutan hangat dari kader PKK, aparatur desa, serta warga setempat.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Ketua I dan Ketua IV TP PKK Kabupaten Tanjung Jabung Barat bersama jajaran pengurus, perwakilan Camat Tungkal Ilir melalui Kasi Pemberdayaan Masyarakat Desa, Ketua TP PKK Kecamatan, para lurah dan kepala desa se-Kecamatan Tungkal Ilir, serta Ketua TP PKK di tingkat kelurahan dan desa.
Dalam sambutannya, Ketua TP PKK Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Hj. Fadhilah Sadat, S.H., menjelaskan bahwa pelaksanaan silaturahmi di 13 kecamatan merupakan langkah inovatif untuk meningkatkan partisipasi kader sekaligus mempererat hubungan antaranggota PKK di seluruh wilayah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Biasanya kegiatan silaturahmi hanya dilaksanakan di Gedung PKK Kabupaten. Namun, melihat kehadiran yang semakin berkurang, kami berinisiatif turun langsung ke kecamatan. Tujuannya adalah mempererat silaturahmi, mendekatkan diri dengan masyarakat, serta menggali potensi daerah,” ujarnya.
TP PKK Kabupaten Tanjung Jabung Barat juga menyoroti pentingnya pengembangan potensi lokal di masing-masing kecamatan. Kecamatan Tungkal Ilir dinilai memiliki beragam peluang yang dapat dikembangkan menjadi produk unggulan bernilai ekonomi tinggi.
Penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi salah satu fokus utama, dengan mendorong peningkatan kualitas produk agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas, baik di tingkat provinsi maupun nasional. Legalitas dan sertifikasi produk, seperti label halal serta standar higienitas, menjadi aspek penting yang ditekankan.
“Produk UMKM harus memiliki kualitas dan legalitas yang jelas agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Dengan demikian, kesejahteraan keluarga dapat meningkat,” tambahnya.
Selain UMKM, sektor kerajinan turut menjadi perhatian, termasuk pengembangan batik inovatif seperti batik ekotik, yang merupakan kombinasi antara batik cap dan batik ecoprint. Inovasi ini diharapkan mampu menjadi ciri khas daerah sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal.
Ketua TP PKK yang juga menjabat sebagai Ketua Dekranasda Kabupaten Tanjung Jabung Barat menegaskan bahwa kedua lembaga tersebut memiliki peran yang saling melengkapi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif. Dekranasda berfokus pada promosi hasil kerajinan dan UMKM, sementara PKK melalui Pokja II berperan dalam pembinaan serta pemberdayaan ekonomi keluarga.
“Sinergi antara PKK dan Dekranasda sangat penting dalam mendukung promosi produk lokal sekaligus meningkatkan daya saing ekonomi masyarakat,” jelasnya.
Dalam kegiatan tersebut, turut disosialisasikan program unggulan Pokja IV, yakni Sahabat Umi (Sehat Anak Bebas Stunting), sebagai upaya mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045. Program ini mencakup kampanye gizi seimbang, pemberian tablet tambah darah bagi remaja, penerapan pola konsumsi Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA), edukasi pentingnya ASI eksklusif, serta optimalisasi peran Posyandu aktif di tengah masyarakat.
Selain itu, disampaikan pula transformasi layanan Posyandu menjadi Posyandu dengan 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM), yang meliputi layanan kesehatan, pendidikan, perumahan, ketertiban dan keamanan, sosial, serta pekerjaan umum. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan dasar masyarakat secara terpadu.
“Posyandu kini tidak hanya melayani kesehatan, tetapi juga menjadi pusat layanan masyarakat yang terintegrasi,” ungkapnya.
Menutup sambutannya, Ketua TP PKK Kabupaten Tanjung Jabung Barat berharap sinergi antara TP PKK dari tingkat kabupaten hingga desa dan kelurahan dapat terus terjaga dan berkembang.
“Semoga kolaborasi ini terus berkelanjutan, berkembang, dan seluruh program PKK dapat diterapkan secara optimal demi meningkatkan kesejahteraan keluarga dan masyarakat,” tutupnya.
Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan kebersamaan, sekaligus menjadi momentum strategis untuk memperkuat peran PKK sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah. Acara kemudian ditutup dengan peninjauan langsung proses pembuatan keripik bayam serta kerajinan piring dari lidi yang diproduksi oleh UMKM masyarakat Desa Tungkal I, Kecamatan Tungkal Ilir.












