TANJAB BARAT — Ruas Jalan Lintas Betara–Kuala Betara yang berada di wilayah Parit Keramat, Desa Sungai Terap, Kecamatan Betara, mengalami kerusakan cukup serius usai diguyur hujan deras selama beberapa hari terakhir.
Jalan tersebut kini dipenuhi lumpur, genangan air, serta lubang di sejumlah titik yang menyebabkan arus lalu lintas terganggu dan aktivitas warga menjadi terhambat.
Pada Selasa (12/5/2026), terlihat sejumlah kendaraan berat dikerahkan untuk melakukan penanganan sementara di lokasi jalan yang mengalami kerusakan. Truk bermuatan batu terus berdatangan untuk menurunkan material, sementara alat berat jenis grader digunakan guna meratakan timbunan batu agar menutup lubang-lubang yang cukup dalam.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain itu, beberapa pekerja juga tampak melakukan perataan material secara manual sebelum proses pemadatan dilakukan, sehingga kendaraan dapat kembali melewati jalur tersebut dengan lebih aman.
Kerusakan pada jalan ini disebut tidak hanya menghambat operasional kendaraan perusahaan, tetapi juga berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat.
Mulai dari distribusi hasil perkebunan, kegiatan ekonomi warga, hingga akses pelajar menuju sekolah ikut terganggu akibat kondisi jalan yang memburuk.
Warga setempat mengaku kondisi jalan menjadi sangat licin ketika hujan turun dan berpotensi menyebabkan kendaraan tergelincir, terutama bagi pengendara roda dua maupun kendaraan bermuatan berat.
Salah satu karyawan PT Felda Indo Mulia, Idris, mengatakan perbaikan sementara dilakukan sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap akses jalan yang digunakan bersama masyarakat.
“Perusahaan selama ini rutin ikut membantu perbaikan jalan di beberapa titik yang rusak,” katanya saat ditemui di lokasi perbaikan.
Di sisi lain, Manajer PT Felda Indo Mulia, Malvin Sihombing, menilai kerusakan jalan tersebut perlu mendapatkan perhatian bersama karena merupakan jalur vital bagi masyarakat maupun perusahaan.
Menurutnya, penanganan jalan tidak dapat terus bergantung pada perbaikan sementara, mengingat kerusakan serupa selalu kembali terjadi saat musim penghujan tiba.
“Jalan ini dipakai bersama, jadi penanganannya juga perlu menjadi perhatian semua pihak,” ujarnya.












