DESA TUNGKAL I, TUNGKAL ILIR – Pangkal Babu, sebuah kampung yang terletak di Desa Tungkal I, Kecamatan Tungkal Ilir, kini menjelma menjadi destinasi ekowisata unggulan Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Kampung yang dulu dikenal angker ini kini menjadi magnet bagi wisatawan yang ingin menikmati keindahan hutan mangrove seluas 200 hektare.
Ekowisata Mangrove Pangkal Babu menawarkan pengalaman unik dengan jalur tracking sepanjang hampir 1 kilometer yang dibangun di atas air menggunakan papan kayu. Pengunjung dapat menikmati teduhnya hutan bakau sambil melihat 11 jenis tumbuhan mangrove yang tumbuh subur, mulai dari Api-api, Bakau, Pidada, hingga Nipah. Dari menara pemantauan setinggi 6 meter, pengunjung dapat menyaksikan panorama hutan mangrove yang memukau.
Dengan tiket masuk hanya Rp 5.000, kawasan ini rata-rata dikunjungi 300-500 wisatawan per hari, bahkan bisa mencapai ribuan saat musim liburan. Selain hutan mangrove, Pangkal Babu juga memiliki pantai berpasir putih yang eksotis, sebuah keunikan di kawasan pantai berlumpur pesisir timur Sumatera.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Masyarakat Pangkal Babu memiliki sejarah panjang dalam menjaga ekosistem mangrove. Pada 1990-an, hutan mangrove sempat dialihfungsikan menjadi tambak, yang mengakibatkan kebun kelapa warga diterjang rob dan hasil tangkapan nelayan menurun drastis. Sejak 1996, warga berjuang memulihkan mangrove, dan kini hasilnya dapat dinikmati bersama.
Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat tidak hanya mengelola ekowisata, tetapi juga mengembangkan ekonomi kreatif melalui batik mangrove. Batik dengan motif khas bakau, siput, kepiting, dan bangau ini menjadi buah tangan khas Pangkal Babu yang membawa pesan pelestarian lingkungan.
“Ekowisata ini bukan hanya tentang wisata, tetapi juga edukasi konservasi. Kami ingin generasi mendatang tetap bisa menikmati keindahan mangrove,” ujar Sulaiman, salah satu penjaga dan pemandu ekowisata Pangkal Babu.
Lokasi Pangkal Babu dapat ditempuh sekitar 10 kilometer atau 15-20 menit berkendara dari pusat Kota Kuala Tungkal, menjadikannya destinasi wisata yang mudah diakses oleh wisatawan lokal maupun mancanegara.












