PANGKAL BABU: SURGA MANGROVE DI PESISIR TIMUR SUMATERA

Avatar photo

- Redaksi

Minggu, 15 Februari 2026 - 23:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DESA TUNGKAL I, TUNGKAL ILIR – Pangkal Babu, sebuah kampung yang terletak di Desa Tungkal I, Kecamatan Tungkal Ilir, kini menjelma menjadi destinasi ekowisata unggulan Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Kampung yang dulu dikenal angker ini kini menjadi magnet bagi wisatawan yang ingin menikmati keindahan hutan mangrove seluas 200 hektare.

Ekowisata Mangrove Pangkal Babu menawarkan pengalaman unik dengan jalur tracking sepanjang hampir 1 kilometer yang dibangun di atas air menggunakan papan kayu. Pengunjung dapat menikmati teduhnya hutan bakau sambil melihat 11 jenis tumbuhan mangrove yang tumbuh subur, mulai dari Api-api, Bakau, Pidada, hingga Nipah. Dari menara pemantauan setinggi 6 meter, pengunjung dapat menyaksikan panorama hutan mangrove yang memukau.

Baca Juga :  HMI sampaikan Keluhan Masyarakat Tanjab barat, Komisi ll DPRD Dorong PLN Bertindak

Dengan tiket masuk hanya Rp 5.000, kawasan ini rata-rata dikunjungi 300-500 wisatawan per hari, bahkan bisa mencapai ribuan saat musim liburan. Selain hutan mangrove, Pangkal Babu juga memiliki pantai berpasir putih yang eksotis, sebuah keunikan di kawasan pantai berlumpur pesisir timur Sumatera.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Masyarakat Pangkal Babu memiliki sejarah panjang dalam menjaga ekosistem mangrove. Pada 1990-an, hutan mangrove sempat dialihfungsikan menjadi tambak, yang mengakibatkan kebun kelapa warga diterjang rob dan hasil tangkapan nelayan menurun drastis. Sejak 1996, warga berjuang memulihkan mangrove, dan kini hasilnya dapat dinikmati bersama.

Baca Juga :  Bupati Anwar Sadat Pimpin Penyerahan Zakat Pemkab Tanjab Barat Melalui Baznas

Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat tidak hanya mengelola ekowisata, tetapi juga mengembangkan ekonomi kreatif melalui batik mangrove. Batik dengan motif khas bakau, siput, kepiting, dan bangau ini menjadi buah tangan khas Pangkal Babu yang membawa pesan pelestarian lingkungan.

“Ekowisata ini bukan hanya tentang wisata, tetapi juga edukasi konservasi. Kami ingin generasi mendatang tetap bisa menikmati keindahan mangrove,” ujar Sulaiman, salah satu penjaga dan pemandu ekowisata Pangkal Babu.

Lokasi Pangkal Babu dapat ditempuh sekitar 10 kilometer atau 15-20 menit berkendara dari pusat Kota Kuala Tungkal, menjadikannya destinasi wisata yang mudah diakses oleh wisatawan lokal maupun mancanegara.

Follow WhatsApp Channel tanggorajo.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bupati Anwar Sadat Dukung Siaran Jernih TVRI Jambi Sambut Piala Dunia 2026
Turnamen Badminton Sinar Bone Cup Sukses Digelar, Lahirkan Bibit Atlet Desa
Paripurna DPRD: Bupati Tanjab Barat, Jadikan Masukan Fraksi sebagai Bahan Evaluasi LKPJ 2025
Bantu Ringankan Beban Warga, DPD Partai Golkar Tanjab Barat Gelar Pasar Murah
Respons Cepat PT FIM, Jalan Parit Lapis Mulai Diperbaiki Demi Kepentingan Warga
Bupati Anwar Sadat Serahkan 71 Sertifikat Tanah Konsolidasi kepada Warga Teluk Nilau
HMI sampaikan Keluhan Masyarakat Tanjab barat, Komisi ll DPRD Dorong PLN Bertindak
Di Peringatan 40 Hari, Bupati Anwar Sadat Kenang Dedikasi KH. Hasan Basri
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 14 April 2026 - 15:13 WIB

Bupati Anwar Sadat Dukung Siaran Jernih TVRI Jambi Sambut Piala Dunia 2026

Selasa, 14 April 2026 - 01:08 WIB

Turnamen Badminton Sinar Bone Cup Sukses Digelar, Lahirkan Bibit Atlet Desa

Senin, 13 April 2026 - 15:16 WIB

Paripurna DPRD: Bupati Tanjab Barat, Jadikan Masukan Fraksi sebagai Bahan Evaluasi LKPJ 2025

Sabtu, 11 April 2026 - 18:48 WIB

Bantu Ringankan Beban Warga, DPD Partai Golkar Tanjab Barat Gelar Pasar Murah

Kamis, 9 April 2026 - 00:47 WIB

Respons Cepat PT FIM, Jalan Parit Lapis Mulai Diperbaiki Demi Kepentingan Warga

Berita Terbaru