KUALA TUNGKAL – Sebagai ibu kota Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Kuala Tungkal adalah kota pesisir yang terletak di pertemuan muara Sungai Pengabuan dengan laut lepas Selat Berhala. Kota yang dijuluki “Kota Bersama” ini memiliki keberagaman etnis yang luar biasa, menjadi rumah bagi suku Melayu, Jawa, Banjar, Bugis, Batak, Minangkabau, Palembang, Tionghoa, dan Melayu Kerinci yang hidup berdampingan secara harmonis.
Berdasarkan data terkini, Kabupaten Tanjung Jabung Barat memiliki luas wilayah 5.009,82 km² dengan jumlah penduduk mencapai 336.978 jiwa pada akhir 2024. Kecamatan Tungkal Ilir sebagai pusat kota dihuni oleh 75.586 jiwa yang terdiri dari 38.479 laki-laki dan 37.089 perempuan pada tahun 2025.
Mayoritas penduduk Kuala Tungkal bekerja di sektor nelayan, buruh, pedagang, dan pegawai negeri. Kota ini juga dikenal sebagai sentra hasil pertanian dan perkebunan, dengan komoditas unggulan kelapa, kelapa sawit, pinang, karet, dan berbagai buah-buahan yang melimpah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kuala Tungkal menawarkan empat objek wisata populer yang wajib dikunjungi. Pertama, Waterfront City atau Titian Orang Kayo Mustiko Rajo Alam, jembatan sepanjang 700 meter di atas Sungai Pengabuan yang menawarkan pemandangan laut memukau, terutama saat sunset. Lokasi yang strategis di pusat kota membuatnya mudah diakses dan menjadi tempat favorit untuk bersantai.
Kedua, Laman Orang Kayo Rajo Laksamano, alun-alun kota yang ramai dikunjungi masyarakat untuk berbagai kegiatan publik. Ketiga, Masjid Syaikh Utsman, destinasi wisata religi yang dinamai dari tokoh ulama asal Merlung yang kemudian menetap di Mekkah. Kuala Tungkal memang dikenal sebagai kota santri dengan banyaknya pesantren yang tersebar.
Keempat adalah Ekowisata Mangrove Pangkal Babu yang menawarkan suasana asri dengan fauna khas seperti kera dan lutung. Keberagaman etnis juga menghadirkan kekayaan kuliner yang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung ke kota ini.












