KAMPUNG NELAYAN, TUNGKAL ILIR – Kelurahan Kampung Nelayan di Kecamatan Tungkal Ilir adalah basis nelayan tradisional terbesar di Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Kelurahan seluas 1,33 km² ini memiliki 16 RT dengan sekitar 80 persen masyarakatnya berprofesi sebagai nelayan yang menggantungkan hidup dari hasil tangkapan laut.
Kelurahan Kampung Nelayan merupakan hasil pemekaran dari Kelurahan Tungkal II yang dibentuk berdasarkan Perda Nomor 22 Tahun 2011. Mayoritas penduduknya terdiri dari berbagai suku bangsa seperti Melayu, Banjar, Jawa, Bugis, dan Suku Duano (Suku Laut) yang memiliki keterampilan turun-temurun dalam bidang perikanan tangkap.
Para nelayan Kampung Nelayan menggunakan berbagai jenis alat tangkap seperti togok, sondong, gill net (jaring insang), trawl mini, rawai, dan bubu. Hasil tangkapan utama meliputi ikan, udang, kepiting, dan siput yang dijual di pasar lokal atau diolah menjadi produk bernilai jual lebih tinggi oleh pelaku UMKM setempat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kelurahan ini memiliki fasilitas lengkap untuk mendukung kehidupan masyarakat, termasuk masjid sebagai pusat kegiatan keagamaan, Sekolah Dasar (SD) untuk pendidikan anak, Puskesmas Pembantu (Pustu) untuk layanan kesehatan, dan pasar sebagai pusat jual beli hasil tangkapan nelayan.
UMKM di Kampung Nelayan cukup berkembang dengan mengolah hasil laut menjadi produk seperti kerupuk ikan, belacan (terasi), ikan asin, dan berbagai olahan seafood lainnya. Produk-produk ini tidak hanya dijual di pasar lokal, tetapi juga dikirim ke daerah lain di Jambi dan Sumatera.
Kampung Nelayan diresmikan sebagai Kampung KB (Keluarga Berencana) pada 22 September 2017, sebagai upaya pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga nelayan melalui program pembinaan dan pemberdayaan. Masyarakat memiliki semangat gotong royong yang tinggi dan dukungan aktif terhadap program pemerintah.
Tantangan utama yang dihadapi nelayan adalah keselamatan di laut, terutama saat cuaca buruk atau kerusakan mesin kapal. Pemerintah telah membangun Pos Polairud di kawasan nelayan untuk meningkatkan pengawasan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi keadaan darurat. Basarnas dan SAR gabungan siap 24 jam untuk melakukan evakuasi jika terjadi kecelakaan di laut.












