KAMPUNG NELAYAN TUNGKAL ILIR: KEHIDUPAN MASYARAKAT PESISIR YANG BERGANTUNG PADA LAUT

Avatar photo

- Redaksi

Senin, 16 Februari 2026 - 00:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kampun Nelayan  Tungkal Ilir

Kampun Nelayan Tungkal Ilir

KAMPUNG NELAYAN, TUNGKAL ILIR – Kelurahan Kampung Nelayan di Kecamatan Tungkal Ilir adalah basis nelayan tradisional terbesar di Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Kelurahan seluas 1,33 km² ini memiliki 16 RT dengan sekitar 80 persen masyarakatnya berprofesi sebagai nelayan yang menggantungkan hidup dari hasil tangkapan laut.

Kelurahan Kampung Nelayan merupakan hasil pemekaran dari Kelurahan Tungkal II yang dibentuk berdasarkan Perda Nomor 22 Tahun 2011. Mayoritas penduduknya terdiri dari berbagai suku bangsa seperti Melayu, Banjar, Jawa, Bugis, dan Suku Duano (Suku Laut) yang memiliki keterampilan turun-temurun dalam bidang perikanan tangkap.

Para nelayan Kampung Nelayan menggunakan berbagai jenis alat tangkap seperti togok, sondong, gill net (jaring insang), trawl mini, rawai, dan bubu. Hasil tangkapan utama meliputi ikan, udang, kepiting, dan siput yang dijual di pasar lokal atau diolah menjadi produk bernilai jual lebih tinggi oleh pelaku UMKM setempat.

Kelurahan ini memiliki fasilitas lengkap untuk mendukung kehidupan masyarakat, termasuk masjid sebagai pusat kegiatan keagamaan, Sekolah Dasar (SD) untuk pendidikan anak, Puskesmas Pembantu (Pustu) untuk layanan kesehatan, dan pasar sebagai pusat jual beli hasil tangkapan nelayan.

UMKM di Kampung Nelayan cukup berkembang dengan mengolah hasil laut menjadi produk seperti kerupuk ikan, belacan (terasi), ikan asin, dan berbagai olahan seafood lainnya. Produk-produk ini tidak hanya dijual di pasar lokal, tetapi juga dikirim ke daerah lain di Jambi dan Sumatera.

Baca Juga :  Pemkab Tanjung Jabung Barat Laksanakan Safari Ramadhan di Desa Suban, Paparkan Agenda Pembangunan dan Salurkan Santunan

Kampung Nelayan diresmikan sebagai Kampung KB (Keluarga Berencana) pada 22 September 2017, sebagai upaya pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga nelayan melalui program pembinaan dan pemberdayaan. Masyarakat memiliki semangat gotong royong yang tinggi dan dukungan aktif terhadap program pemerintah.

Tantangan utama yang dihadapi nelayan adalah keselamatan di laut, terutama saat cuaca buruk atau kerusakan mesin kapal. Pemerintah telah membangun Pos Polairud di kawasan nelayan untuk meningkatkan pengawasan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi keadaan darurat. Basarnas dan SAR gabungan siap 24 jam untuk melakukan evakuasi jika terjadi kecelakaan di laut.

Follow WhatsApp Channel tanggorajo.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

RENAH MENDALUH: PESONA PERBUKITAN DAN WISATA AIR TERJUN RENAH MENDALUH
KUALA TUNGKAL: KOTA PESISIR MULTIETNIS DENGAN WISATA BAHARI MEMUKAU
WABUP KATAMSO PAPARKAN FOLU NET SINK 2030 DI FORUM VERIFIKASI NASIONAL
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 16 Februari 2026 - 00:16 WIB

KAMPUNG NELAYAN TUNGKAL ILIR: KEHIDUPAN MASYARAKAT PESISIR YANG BERGANTUNG PADA LAUT

Senin, 16 Februari 2026 - 00:11 WIB

RENAH MENDALUH: PESONA PERBUKITAN DAN WISATA AIR TERJUN RENAH MENDALUH

Minggu, 15 Februari 2026 - 23:22 WIB

KUALA TUNGKAL: KOTA PESISIR MULTIETNIS DENGAN WISATA BAHARI MEMUKAU

Jumat, 13 Februari 2026 - 20:11 WIB

WABUP KATAMSO PAPARKAN FOLU NET SINK 2030 DI FORUM VERIFIKASI NASIONAL

Berita Terbaru